Penyelesaian Konflik dalam suatu Organisasi ( Bagian Kedua )

Penyelesaian Konflik dalam suatu Organisasi ( Bagian Kedua )

1. Perintah dari berwenang

Menggunakan wewenang formal merupakan cara atau metode tertua yang paling sering dipakai untuk memecahkan konflik atau masalah antar kelompok. Biasanya bawahan mentaati keputusan atasannya baik setuju atau tidak. Cara atau metode ini hanya akan berhasil untuk skala jangka pendek, akan tetapi seperti metode menghindari konflik, maka metode ini tidaklah memusatkan perhatian pada sebab konflik, tapi hanya pada akibatnya.

2. Kompromi

Didalam metode ini tak ada kelompok yang kalah atau menang secara menonjol, ini dikarenakan keputusan yang dicapai tidak mungkin ideal bagi tiap kelompok. Sedangkan kompromi bisa digunakan dengan sangat efektif bila pencarian tujuan (misalkan uang) bisa dibagi-bagi. Bila hal ini tak mungkin, maka salah satu kelompok mesti berkorban.

3. Merubah variabel struktural

Cara atau metode ini dengan mengubah suatu struktur formal organisasi. Bisa berupa tindakan mengganti, merotasi, memindahkan anggota kelompok, atau bisa menciptakan posisi tertentu dalam bekerja.

4. Merubah variabel manusiawi

Cara atau metode ini yakni dengan mengubah suatu prilaku anggota kelompok terlibat. Walaupun hal ini agak cukup sulit, cukup lambat, namun akibatnya memang sangat berarti dalam skala jangka panjang, ini dikarenakan metode ini mampu memusatkan perhatiannya pada sebab konflik.

5. Mengidentifikasi musuh bersama

Suatu kelompok yang berkonflik bisa dibawa untuk mengidentifikasi serta melawan musuh bersama, untuk sementara dapat memecahkan perbedaan mereka, seperti mengidentifikasi atau melawan pesaing lain yang lebih hebat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *