8 Masalah Pada Anak yang Membuat Orangtua Khawatir

8 Masalah Pada Anak yang Membuat Orangtua Khawatir

Orangtua mana yang tak merasa khawatir bila anaknya terkena masalah atau penyakit. Meskipun begitu, ada 8 masalah yang kadang terjadi pada anak dan dapat membuat para orangtua menjadi khawatir.

Berikut ini adalah 8 masalah pada anak yang dapat membuat orangtua menjadi khawatir :

1. Obesitas

Obesitas atau kegemukan terjadi apabila asupan jumlah kalori yang masuk dalam tubuh lebih besar dibandingkan yang keluar. Biasanya anak yang mengalami obesitas sering mengkonsumsi jenis makanan junk food, diiringi pula jarang olah raga serta lebih banyak main game di depan layar komputer atau menonton tv.

Biasanya kondisi ini dapat membuat anak merasa kesulitan untuk melakukan berbagai hal dan dapat menyebabkan berbagai penyakit, misalnya penyakit stroke, jantung dan diabetes yang dapat memicu banyak komplikasi.

2. Penggunaan obat terlarang

Penyalahgunaan obat terlarang yang umum dikenal sebagai narkoba pada anak serta remaja umumnya berawal dari rasa penasaran ingin mencoba yang ia peroleh dari temannya. Biasanya efek dari obat ini dapat membuat seseorang menjadi tenang serta melupakan persoalan atau masalah meskipun cuma bersifat semu.

3. Merokok

Biasanya anak-anak mempunyai rasa keingintahuan yang besar hingga ia cenderung ingin merasakan atau mencoba hal-hal yang baru seperti rokok. Sebagian besar untuk perokok dewasa adalah akibat dari kebiasaan merokok sejak dini.

Apabila kondisi ini tak dicegah, maka akan berdampak negatif bagi diri anak tersebut. Karena itu orangtua sering merasa khawatir dan cemas apabila tahu anaknya telah mulai merokok.

4. Bermain internet

Internet dapat membuat seseorang bisa memperoleh segala macam informasi secara lebih mudah, termasuk pula anak-anak. Tetapi keamanan internet yang longgar dapat membuat anak memperoleh informasi yang salah.

Umumnya sebagian besar persoalan keamanan internet bagi anak-anak adalah seputar informasi mengenai seks, pornografi atau juga kekerasan. Ini tentu saja dapat mempengaruhi perilakunya.

5. Stres

Stres biasanya dialami oleh sang anak, bisa disebabkan tugas sekolah atau PR yang terlalu banyak, bisa juga lingkungan sekolahnya yang bisa membuat anak merasa tertekan atau tak nyaman dan sewaktu anak menghadapi ujian sekolah.

6. Pelecehan anak

Umumnya pelecehan secara seksual maupun secara fisik akan menimbulkan trauma bagi anak, untuk kondisi ini dapat mempengaruhi pada perkembangan anak secara mental ataupun fisik.

7. Penyalahgunaan alkohol

Meskipun alkohol tak boleh dijual terhadap anak dibawah umur, tetapi kenyataannya tak jarang anak-anak pernah mengkonsumsi alkohol. Apabila sejak kecil ia sudah terbiasa minum alkohol, hal ini bisa memicu resiko candu bagi kesehatannya.

Penggunaan alkohol ini dapat memberi dampak buruk terhadap kesehatan dikarenakan bisa mempengaruhi organ-organ di dalam tubuh, yakni di mulai dari otak, kemudian saluran pencernaan, liver atau hati, pankreas, sistem reproduksi, tulang dan otot.

8. Tidak punya waktu untuk olahraga

Tak sedikit orangtua yang merasa khawatir ketika melihat anaknya sering menghabiskan waktu menonton tv atau bermain game di depan layar komputer, sehingga tak memiliki waktu untuk berolahraga. Akibat dari kondisi ini maka akan bisa memicu sang anak obesitas atau kelebihan berat badan sehingga mudah untuk terkena penyakit

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *