Cara Mempersiapkan Bibit Semangka

Cara Mempersiapkan Bibit Semangka

Salah satu cara membudidayakan buah semangka ialah mempersiapkan bibit buah semangka. Bibit dipersiapkan yakni dengan cara menyemai atau menanam  biji. Biji dikecambahkan melalui cara dibasahi kemudian diperam didalam kertas sampul selama 2 hari. Sesudah proses pembibitan ini maka biji akan mulai berkecambah lantas dipindahkan pada media persemaian. Untuk bibit semangka dengan calon akar 2 mm bisa disemaikan dalam polibag, yakni dengan kedalaman 1,5 cm. Letakkanlah kantong persemaian atau polibag di bawah cahaya sinar matahari kemudian disiram 2 kali sehari hingga bibit berumur 14 hari sebelum dipindahkan pada lahan tanam.

Sesudah biji semangka disemaikan selama 15 hari maka akan tumbuh 2 atau 3 lembar daun. Waktu pemindahan ada baiknya dilakukan pada sore hari, yakni dengan memasukkan bibit semangka beserta tanahnya menuju lahan dengan melepas media polibag yang digunakan penyemaian. Adapun cara tanam buah semangka dengan melalui tanam sistem tunggal adalah 100 cm x 3,5 meter. Sedangkan sistem tanam ganda atau tanaman dua baris  dengan berjarak 100 cm x 7 meter.

Sesudah bibit buah semangka dipindahkan pada lahan, maka plastik hitam perak bisa diaplikasikan. Dengan melalui aplikasi plastik ini,  pemupukan bisa dilakukan sebelumnya atau di saat proses perpindahan tanam dilakukan. Bedeng bisa diairi sampai cukup basah dan  sebelum bibit dipindahkan ke lahan harus diberikan pupuk organik. Bedengan kemudian diratakan sampai plastik bisa menempel sempurna. Untuk plastik hitam perak ini sebagai bagian teknik budidaya buah semangka intensif bisa diaplikasikan yaitu posisi warna hitamnya menghadap ke bawah serta diaplikasikan disaat matahari bersinar atau kira-kira pukul 09.00 sampai 14.00.

Untuk proses perawatan tanaman semangka ialah dengan menggunakan pupuk kandang. Pilihlah kondisi atau keadaan pupuk kandang yang telah jadi. Untuk pupuk kandang belum jadi dapat mengakibatkan tanaman semangka bisa kerdil atau layu. Selain penggunaan pupuk Urea, TSP, KCl, ZA, maka pupuk organik bisa juga digunakan sebagai pupuk alternatif. Untuk jenis tanah bisa menjadi pertimbangan pemupukan, sedangkan tanah yang berpasir memerlukan media pupuk yang lebih banyak bila dibandingkan dengan jenis tanah liat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *