Ciri dan Cara Penanganan Flu burung Pada Ternak Virus

Ciri dan Cara Penanganan Flu burung Pada Ternak Virus

Virus H2N1 merupakan penyebab dari penyakit flu burung dimana virus ini bisa membunuh manusia maupun hewan ternak dalam waktu singkat. Virus ini menyebar melalui kontak fisik maupun udara melalui minuman dan makanan.

Inilah cirinya sewaktu hewan ternak diserang oleh flu burung :

  1. Bisa menyerang hewan ternak dengan tiba-tiba bahkan bisa mati secara mendadak. Terkadang hewan ternak yang diserang akan menunjukkan gejala tak nafsu makan, bulu rontok, terlihat sedikit depresi dan suhu badan tinggi.
  2. Biasanya serangan flu burung mempunyai gejala klinik yang sedikit Dimana hal ini sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya jenis virus penginfeksi, umur dan jenis unggas.
  3. Hewan ternak yang diserang akan mengalami kondisi yang lemah serta sempoyongan disaat berjalan. Mereka biasanya lebih sering berdiri ataupun duduk dengan kondisi unggas setengah mengantuk ataupun tidur dimana kepalanya menyentuh tanah.
  4. Menghasilkan telur unggas dengan cangkangnya yang tipis, juga berhenti bertelur bagi betina yang telah mulai bertelur.
  5. Biasanya hewan ternak diusia muda memiliki tanda sakit di syarafnya.
  6. Mereka akan mempunyai pial serta jengger dengan warnanya yang merah kehitaman sampai bengkak, biru serta munculnya pendarahan kental di
  7. Mereka mengalami haus yang luar biasa dan diiringi dengan diare.
  8. Mereka merasa kesulitan untuk bernafas tapi cepat.
  9. Untuk bagian kulit unggas yang tak di tumbuhi bulu biasanya akan terjadi pendarahan di bagian tulang kering pada
  10. Untuk laju kematiannya sekitar 50% hingga 100%.
  11. Sewaktu menyerang ayam kalkun, maka gejala penyakit hampir sama dengan ayam petelur dimana berlangsung sekitar 2 hari lebih lama, terkadang juga kelopak matanya bengkak dan rongga hidung.
  12. Para itik yang diserang virus ini akan mengeluarkan kotoran yang mengandung virus tapi tidak menunjukkan tanda luka.

Tindakan pada serangan flu burung :

  1. Musnahkanlah secara langsung hewan ternak yang telah terinfeksi flu burung dengan radius 3 km.
  2. Lakukanlah vaksinasi untuk hewan ternak yang sehat yang artinya belum diserang virus flu burung.
  3. Lakukanlah pengawasan dengan ketat untuk ternak yang terinfeksi serta tingkatkan pengamanan.
  4. Lakukanlah pengendalian, pengawasan lalu lintas jalan keluar masuk hewan ternak beserta
  5. Lakukanlah pengawasan pada kasus flu burung dengan cara meningkatkan kesadaran pada masyarakat melalui sosialisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *