Fakta Lintah, Pakan Jenis Ikan Karnivora

Fakta Lintah, Pakan Jenis Ikan Karnivora

Lintah disebut juga sebagai hewan vampir, dikarenakan menyedot darah dalam jumlahnya yang terbilang banyak, gigitannya pun terasa menyakitkan apabila terkena di kulit. Meskipun kita mengetahui bahwa ada jenis hewan yang bisa menyedot darah yakni nyamuk, tapi lintah bisa lebih berbahaya dan harus diwaspadai.

Berikut ini  ialah fakta lintah, merupakan pakan ikan hias yang berjenis carnivora :

  1. Lintah atau disebut juga pacet termasuk jenis hewan hemafrodit, memiliki kelamin ganda yakni dan betina. Lintah dapat hidup di perbagai habitat, yakni air tawar, air laut, maupun darat. Merupakan hewan pemangsa dimana ukurannya dapat lebih besar daripada siput, serangga, ikan maupun udang.
  2. Makanan lintah adalah darah. Memang cukup berbahaya, tapi lintah bisa juga dipakai sebagai obat alternatif yakni menghilangkan racun di dalam darah. Lintah hidup di area persawahan dan rawa-rawa dan pastinya akan mengincar juga hewan ternak seperti kerbau, kambing dan sapi.
  3. Lintah mengalami perkembangan yang terbilang cukup kompleks, mulai dari lintah yang tak bergerigi, yang tak dapat menghisap darah, yang cuma memiliki probosis saja hingga menjadi lintah. Bentuknya seperti cacing tapi tubuhnya lebih berisi.
  4. Untuk fase kehidupan hewan ini mulai dari fase larva terbilang rumit hingga jadi lintah dewasa. Hewan ini bisa berenang di perairan untuk bisa menjangkau di berbagai daerah seluruh perairan. Jadi dengan begitu lintah dapat menemukan mangsa. Dengan mulutnya yang lebar, melalui probosis untuk bisa menghisap darah, serta gigi gerigi tajam yang tertanam pada rahang lintah.
  5. Jika anda terkena oleh gigitan lintah, maka janganlah langsung anda cabut lintah secara paksa, ini dikarenakan jaringan kulit akan Berikan garam, alkohol, atau bisa juga dengan menyulut api supaya lintah bisa melepaskan gigitannya sendiri.
  6. Lintah dapat dibudidayakan untuk pakan ikan hias karnivora, seperti ikan arwana, arapaima, alligator. Hati-hatilah bila menempatkan hewan lintah pada lingkungan yang cukup banyak ikan omnivora atau herbivora ukuran kecil, karena hewan lintah yang kecil ini akan memangsa dan menghisap ikan-ikan tersebut.
  7. Sedangkan untuk budidaya lintah, anda dapat mempersiapkan kolam melalui suhu air 27 derajat celcius. Untuk Ph air antara 5 hingga 7, jangan lupa pula untuk memberikan media atau tempat untuk bertelur, yakni seperti pasir, genteng dan akar-akar tanaman. Untuk proses pembuahan biasanya dilakukan kurang lebih 7 bulan, hingga muncul anak lintah dengan jumlah 20 ekor per induk.
  8. Untuk kandungan gizi lintah ialah zat antikoagulan yang gunanya untuk mencegah pengentalan darah. Hewan ini juga mengandung banyak protein dalam regenerasi serta pertumbuhan, Sedangkan untuk ikan sendiri, hewan kecil ini dapat menambah stamina serta dapat membuat warna ikan hias bisa menjadi lebih indah. Ini dikarenakan sifatnya hemafrodit, maka lintah mudah sekali untuk dibudidayakan. Dan hewan ini bisa juga digunakan dalam memancing ikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *