Membangun Pengembangan Diri (Personal Development)

Membangun Pengembangan Diri (Personal Development)

Menurut pendapat Sloan dan Gebelein (1997), bahwa kemampuan diri seorang pekerja di dalam suatu perusahaan dimana tingkat turbulensinya yang cukup tinggi meliputi kemampuan dalam pengembangan diri berikut ini :

A. Manajemen Strategi

  1. Mengaplikasikan strategi ke kegiatan implementasi dan tujuan.
  2. Mengembangkan strategi yang cukup kompetitif demi mencapai tujuan.
  3. Mengantisipasi adanya resiko.
  4. Menyerasikan kegiatan serta mengalokasi sumber daya mencapai tujuan.
  5. Harus fokus terhadap nilai tambah.
  6. Manajemen mutu terpadu.

B. Kepemimpinan

  1. Mampu membangun kekompakan kerjasama antar tim.
  2. Mampu meyakinkan orang.
  3. Mampu mengembangkan ide dan gagasan kreatif.
  4. Mampu menyelesaikan persoalan atau konflik melalui win-win solution.
  5. Mampu meningkatkan semangat kerja antar tim.
  6. Mampu menghadapi persoalan yang timbul pada tim.

C. Hubungan interpersonal

  1. Membangun rasa percaya diri pada orang lain.
  2. Bisa Menghargai perbedaan.
  3. Bisa menghargai pendapat orang.
  4. Membangun rasa percaya pada orang lain.
  5. Menghargai perbedaan.
  6. Melihat kelemahan orang lain bukan sebagai kendala.
  7. Melihat kelemahan pada orang lain bukanlah sebagai kendala.
  8. Terbuka untuk masukan dan kritik.
  9. Melihat orang lain masuk kedalam bagian dari sebuah kesuksesan tim.
  10. Bersedia diri untuk menolong orang lain.
  11. Tidak ingin memaksakan kehendaknya sendiri.

D. Komunikasi Efektif

  1. Selalu berusaha dalam menyampaikan informasi pada pihak lain demi kesuksesan bersama.
  2. Bisa mengkomunikasikan gagasan pada orang lain secara jelas serta sistematik.
  3. Bisa menyampaikan kritik serta saran tanpa harus menyinggung perasaan terhadap orang lain.
  4. Mampu merangsang orang lain dalam mempertanyakan ide yang diajukan.
  5. Dapat merangsang orang lain dalam mengajukan gagasan alternatif.
  6. Selalu ingin bertanya apabila tidak jelas.
  7. Mampu memahami kesulitan atau kesusahan orang lain.

E. Pengembangan motivasi diri serta orang lain

  1. Melihat kesulitan yang dihadapi sebagai sebuah tantangan.
  2. Mau bekerja keras melebihi harapan.
  3. Mengembangkan kreatifitas diri demi kesuksesan sebuah tim.
  4. Berani mengambil resiko.
  5. Membangkitkan semangat kepada orang lain.
  6. Bisa menghangatkan suasana yang harmonis.

F. Pengelolaan diri

  1. Bisa mengendalikan kontrol emosi didalam menghadapi sebuah tantangan.
  2. Pengembangan kebiasaan pola hidup yang efektif.
  3. Tidak menarik diri apabila menghadapi kesulitan dan tantangan.
  4. Tetap tegar didalam menghadapi situasi yang tidak menyenangkan.
  5. Tidak mau menganggap dirinya yang paling berjasa didalam sebuah tim.

Pengembangan diri  dalam suatu kegiatan outbound training bisa dilakukan melalui berbagai cara selain melalui permainan, tapi bisa juga melalui berpetualang atau kegiatan yang penuh dengan tantangan seperti misalnya rafting, high rope, paintball atau flying fox.

Hal-hal yang telah dikemukakan di atas hanya beberapa contoh dalam pemanfaatan diadakannya training outbound untuk bermacam kegiatan pengembangan dalam kapasitas organisasi perusahaan. Sudah tentu disamping itu masih banyak lagi hal-hal lainnya yang dapat disimulasikan didalam kegiatan aktifitas outbound games ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *