Metode tahfidz Qur’an untuk anak usia dini

Metode tahfidz Qur’an untuk anak usia dini

Acara Wisuda Qur’an di Pasadena

Otak merupakan organ tubuh ciptaan Tuhan yang sangat luar biasa kekuatan di memorinya melebihi peralatan elektronik buatan manusia. Dengan makin tersentuhnya rangsangan, akan semakin kuat jangkauan daya tangkapnya. Sebaliknya, dengan semakin kurangnya sentuhan, maka akan semakin melemah daya kekuatan memorinya. Pada umumnya otak anak bisa mampu menerima dan  menyimpan memori apabila disentuh melalui teknik yang tepat. Dan inilah yang mesti disadari hingga para orang tua dan guru tak pesimis dengan kekuatan dari otak anaknya bila diarahkan untuk menghafal beberapa ayat al-Qur’an.

Upaya untuk bisa melahirkan seorang hafidz Qur’an merupakan tujuan mulia yang semestinya dibarengi kerja keras yang mulia pula, yakni dimulai dari pimpinan sekolah, orang tua, pembina tahfidz dan anak didik.

Kerjasama yang terorganisasi dari keempat belah pihak tersebut akan mampu menjadi solusi dari kegagalan pada program tahfidz anak di sekolah-sekolah.

Ketua yayasan sebagai fungsi pemegang kebijakan didalam keputusan-keputusan yang telah ditetapkan, termasuk pula keputusan kewajiban dalam menghafal al-Qur’an mesti mempertegas tujuan utama diadakannya program tahfidz didalam sekolahnya, yaitu apakah cuma sebatas formalitas saja ataukah memang melahirkan para hafidz yang bisa di pertanggung jawabkan meskipun cuma sebagian hafalan daripada ayat-ayat al-Qur’an. Apabila tahfidz cuma sebatas formalitas, atau sekedar latihan menghafal ayat atau sekedar dari melahirkan “mantan hafidzh”, maka mental dari para orang tua yang juga termasuk anak didiknya haruslah dipersiapkan, sehingga tak ada lagi tuntutan dari para wali murid pada sekolah, termasuk juga dari penyesalan para siswanya dikarenakan lenyapnya ayat-ayat Qur’an yang telah dihafalkan.

One thought on “Metode tahfidz Qur’an untuk anak usia dini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *