Pemahaman Masyarakat Mengenai Outbound

Pemahaman Masyarakat Mengenai Outbound

Di era sekarang ini, kegiatan outbound tidak hanya ditujukan sebagai pengembangan kompetensi anggota organisasi atau pegawai, akan tetapi kegiatan outbound, ice breaking dan fun game telah menjadi bagian wisata keluarga. Sehingga yang berkembang pada masyarakat luas bahwa satu permaianan yang memakai permaianan yang menajamkan konsentrasi saja dapat dikatakan outbound. Jaring laba-laba, flying fox, permaiann ini telah identik atau sama dengan kegiatan outbound, jadi hanya dengan salah satu permainan yang diikuti masyarakat luas telah mengatakannya sebagai aktifitas atau kegiatan outbound. Pengetahuan dan pemahaman masyarakat ini agak keliru, karena pada umumnya kegiatan outbound tidak hanya berupa permainan semata, akan tetapi juga mengandung makna dimana harus tersampaikan pada peserta.

Kesalahpahaman masyarakat tersebut disebabkan oleh makin maraknya penyelenggara kegiatan maupun permaianan yang mengatasnamakan aktifitas kegiatan outbound. Kita ambil contoh, disetiap acara kegiatan hiburan masyarakat atau pesta mingguan ada yang mengadakan flying fox, maka masayarakat memahami atau mengetahui bahwa outbound itu cuma sekedar permainan. Maka dari itu, event organizer yang ikut menyelenggarakan outbound mesti benar-benar memahami arti atau makna dari outbound itu sendiri sehingga dapat memberikan pemahaman yang baik dan benar kepada masyarakat.

Maka model pelatihan outbound tersebut memerlukan keterampilan secara tersendiri didalam pengelolaannya. Manajemen pelatihan mesti benar-benar diterapkan didalam kegiatan outbound. Dengan demikian tujuan daripada pelatihan outbound sesunguhnya dapat tercapai secara efisien dan efektif. Para pengelola dalam kegiatan outbound mesti  mampu menerapkan konsep standard manajemen pelatihan didalam kegiatan outbound hingga peserta pelatihan outbound dapat merasakan manfaat dari aktifitas kegiatan yang diselenggarakan serta biaya yang dikeluarkan perusahaan agar tak menjadi sia-sia. Perlunya pemahaman yang baik dan benar mengenai model pelatihan outbound didalam masyarakat, dengan demikian outbound tak dipandang sebagai bentuk kegiatan permaianan saja, tapi juga sebagai sarat akan makna yang mesti tersampaikan pada peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *