Penyelesaian Konflik dalam suatu Organisasi

Penyelesaian Konflik dalam suatu Organisasi

Umumnya para manajer dalam sebuah perusahaan memandang konflik dalam arti negatif, karena itu dia berusaha untuk dapat menghapuskan semua macam konflik. Karena dianggap bisa mengganggu jalannya organisasi serta menghalangi pencapaian satu tujuan organisasi optimal. Ada beberapa langkah dalam menyelesaikan suatu konflik, yakni :

  • Mengakui adanya konflik.
  • Bisa mengidentifikasi konflik sebenarnya.
  • Mendengar seluruh pendapat dari sudut pandang.
  • Mengkaji bersama bagaimana cara untuk menyelesaikan konflik.
  • Dapatkan kesepakatan serta tanggung jawab didalam menemukan solusi.
  • Jadwalkan tindak lanjut dalam mengkaji solusi.

Ada beberapa metode didalam menyelesaikan suatu konflik antar kelompok disaat konflik itu sudah mencapai tingkat mengganggu organisasi, yakni :

1. Pemecahan Masalah

Metode ini disebut juga sebagai metode konfrontasi, yakni berusaha untuk mengurangi konflik melalui adanya pertemuan tatap muka pada kelompok yang bertentangan. Setiap kelompok yang bertentangan memperdebatkan persoalannya yaitu dengan mengumpulkan informasi relevan hingga tercapai suatu keputusan.

 2. Superordinate Goals atau Tujuan Tingkat Tinggi

Metode ini meliputi pengembangan serangkaian sasaran dan tujuan umum. Para kelompok yang berkonflik ini diajak untuk bekerjasama dalam mencapai satu tujuan dan sasaran lebih tinggi. Sedangkan tujuan tingkat tinggi ini tidaklah bisa dicapai satu kelompok sendirian hingga tiap kelompok yang terlibat suatu konflik bisa akan menggantikan seluruh tujuannya.

3. Adanya Perluasan Sumber

Umumnya metode ini menjadi salah satu penyebab konflik. Dan apa saja yang didapat kelompok satu, maka merupakan pengorbanan kelompok yang lainnya. Sumber yang langka ini dapat berupa uang, ruangan, posisi khusus dan sebagainya. Umumnya teknik ini dipraktekkan dengan memperluas sumber tersebut, hingga tiap orang ataupun kelompok merasa terpenuhi.

4. Avoidance atau Menghindari Konflik

Tentu cara ini menjadi alternatif termudah, tapi tidak menghasilkan semacam manfaat didalam jangka panjang. Dengan begitu, akibatnya ialah konflik itu tak dipecahkan secara efektif maupun tidak dapat disingkirkan.

5. Smoothing atau Melicinkan Konflik

Yakni dengan menekankan kepentingan umum dari suatu kelompok bertentangan serta menghilangkan perbedaaan antara mereka. Dengan menekan kesamaan pandangan mengenai berbagai masalah tertentu, sehingga akan mudah untuk mengarahkan pada tujuan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *