Penyiapan Bibit Belut (Bagian Kedua)

Penyiapan Bibit Belut (Bagian Kedua)

Anak belut yang telah siap dipelihara dengan intensif ialah yang berukuran antara 5 hingga 8 cm. Anak belut ini di pelihara sampai 4 bulan dengan 2 tahapan dimana masing-masing tahapan selama 2 bulan berjalan. Untuk bibit belut bisa diperoleh dari kolam pembibitan. sedangkan untuk pemilihan bibit belut dapat diperoleh dari tempat pemijahan atau kolam peternakan. Umumnya belut yang siap dipijahkan ialah belut betina yang berukuran 30 cm serta belut jantan yang berukuran 40 cm.

Untuk pemijahan sendiri dilakukan pada kolam pemijahan yang kapasitasnya dua ekor betina dengan satu ekor belut pejantan untuk kolam 1 meter persegi. Waktu pemijahan berlangsung selama 10 hari, kemudian telur-telur belut tersebut menetas. Sesudah menetas yakni umur 5 hingga 9 hari dengan ukuran belut berkisar antara 1,5 hingga 2,5 cm. Dengan  ukuran tersebut, maka  belut segera dapat diambil kemudian ditempatkan pada kolam pendederan benih calon/calon bibit. Segera tempatkan pada kolam pendederan bibit calon selama  kurang lebih 30 hari sampai anak belut tadi berukuran 5 hingga 8 cm. Jadi dengan ukuran inilah anak belut dapat diperlihara didalam kolam untuk dikonsumsi selama 2 bulan maupun  4 bulan.

Dari hasil pemijahan, maka anak belut harus ditampung selama 1 bulan pada kolam pendederan benih calon belut. Benih harus diperlakukan secermat mungkin supaya tak banyak yang hilang. Air untuk pengairan kolam harus yang bersih atau yang mengalir.

Pemeliharaan pembesaran belut

  • Pemupukan
    Untuk jerami yang telah lapuk sangat diperlukan dalam membentuk suatu pelumpuran yang subur. Selain itu pupuk kandang diperlukan juga sebagai bahan organik yang utama.
  • Pemberian Pakan
    Apabila diperlukan, maka dapat diberikan makanan tambahan seperti kecoa, belatung, cacing yang harus diberikan 10 hari sekali.
  • Pemberian vaksin
  • Pemeliharaan tambak dan kolam
    Jagalah kolam belut supaya tak ada gangguan, baik didalam maupun di luar kolam.

Masa panen

Untuk pemanenan belut ada 2 jenis, yaitu :

  1. Bibit/benih belut yang dijual kemudian dibudidayakan atau diternak.
  2. Untuk dikonsumsi (untuk besar panjangnya disesuaikan dengan permintaan konsumen/pasar).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *