Perbedaan Ayam Kampung Dengan Ayam Negeri

Perbedaan Ayam Kampung Dengan Ayam Negeri

Ayam merupakan salah satu jenis makanan yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia, disamping mengandung banyak gizi, ternyata dagingnya bisa di olah jadi berbagai jenis masakan. Umumnya ayam olahan ini berasal dari ayam negeri dan ayam kampung.

Berikut adalah perbedaan antara ayam kampung dengan ayam negeri :

Ayam kampung

Ayam kampung yang dikenal dengan istilah Gallus Domesticus ialah sebutan untuk ayam peliharaan dimana pembudidayaannya tidaklah secara massal, juga tidak untuk komersial , tapi hanya untuk ayam peliharaan saja.

Berikut ini adalah ciri dari ayam kampung :

  • Ayam kampung mempunyai tulang cukup panjang.
  • Warna dagingnya tak terlalu cerah jika dibandingkan ayam negeri.
  • Tubuhnya gagah dan kurus, sedangkan dagingnya tak terlalu tebal, terkadang terlihat tulangnya.            
  • Memiliki tulang yang keras dan juga dagingnya akan terasa alot atau keras sewaktu dipegang meskipun dagingnya tipis.
  • Tekstur dagingnya alot, sehingga sewaktu dimasak membutuhkan waktu 2 kali lipat jika di bandingkan ayam negeri.
  • Mempunyai jumlah daging serta lemak lebih sedikit.
  • Ayam kampung sering di lepaskan dalam pemeliharaannya dibandingkan ayam negeri.
  • Ukuran telurnya lebih kecil dengan diselimuti warna cangkangnya yang putih dan lebih terasa halus.
  • Ayam kampung mulai bisa di panen disaat berumur 6 bulan.
  • Memiliki harga jual tinggi.
  • Mengandung 250 kalori, 10 gram lemak dan 38,9 gram protein.

 

Ayam negeri

Untuk ayam negeri atau ayam pedaging merupakan jenis ayam yang mempunyai daya produktivitas yang tinggi didalam hal daging hingga sangat cocok untuk di ternak kemudian di perjual belikan dagingnya. Inilah ciri-ciri dari ayam broiler atau ayam pedaging :

  • Mempunyai bentuk tubuh yang gemuk dan besar.
  • Mempunyai daging yang tebal dan lebih gemuk bila dibandingkan ayam kampung.
  • Memiliki warna dagingnya yang cerah dan cenderung berwarna putih terang.
  • Dagingnya yang empuk sewaktu di pegang, ketika di masak pun tak butuh waktu lama.
  • Mempunyai kulit yang cenderung mengkilap serta lebih rapuh jika di bandingkan dengan ayam kampung.          
  • Memiliki daging dan lemak yang lebih banyak jika dibandingkan ayam kampung.
  • Pemeliharaannya sering kali di peternakan.              
  • Memiliki tekstur ukuran telur lebih besar dengan warna cangkangnya yang cokelat gelap serta terasa kasar.
  • Harga jual lebih murah.
  • Ayam negeri mulai bisa di panen sewaktu berumur 3 bulan.
  • Mengandung 300 kalori, 36 gram protein, 15,7 gram lemak.

Ayam negeri umumnya lebih cepat untuk tumbuh besar serta bertambah bobotnya jika dibandingkan ayam kampung. Sedangkan untuk ayam kampung yang berumur sekitar 7 bulan hampir sama dengan  ayam negeri  berumur 1,5 bulan.  Berdasarkan ciri-ciri tersebut di atas, maka ayam kampung sangatlah cocok untuk di olah menjadi bahan opor dan ayam kecap atau dop. Sedangkan untuk ayam negeri sangatlah cocok untuk di olah menjadi ayam fillet atau ayam goreng tepung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *