Browsed by
Tag: Pasadena village

Generasi Cinta Al-Qur’an

Generasi Cinta Al-Qur’an

Kita tentunya akan merasa sangat bangga dan tenteram mempunyai anak-anak hafal Qur’an dan senantiasa mencintainya . ditambah lagi dengan berakhlaq Qur’an. Subhaanalloh, hati siapa yang tak bangga dan merasa tenteram memiliki anak sedemikian rupa. Dari merekalah generasi penerus pecinta Al-Qur’an. Akan tetapi bagaimana agar kita mampu membiasakan anak-anak mencintai Qur’an, jika kita sendiri tak berusaha untuk membaca dan menghafal atau berhias diri dengan akhlaq Qur’an?. Oleh karena itu buatlah anak-anak kita untuk mencintai diri kita sebagai orang tua sehingga anak-anak pun akan mencintainya apa yang kita cinta.

Ada beberapa poin yang mesti kita perhatikan supaya anak-anak kita bisa menjadi generasi pecinta Qur’an :

1.  Jadilah suri tauladan yang baik.

Beberapa penelitian telah berhasil membuktikan bahwa teknik atau cara yang terbaik agar bisa membentuk pengetahuan menjadi sesuatu yang nyata dan kongkrit ialah dengan menjadi sosok pribadi yang perbuatannya bisa diteladani. Maka dari itu, apabila kita ingin menanamkan suatu perasaan cinta kepada Qur’an di hati anak kita, hendaknya apapun yang kita perbuat hendaknya dapat menjadi suri tauladan bagi mereka.

2. Memilih waktu yang tepat.

Orangyang hendak menghafal Qur’an sebaiknya berusaha keras untuk menyisihkan waktu khusus menghafalnya. Disamping itu, dia mesti mengoptimalkan potensi diri dan memohon kemudahan pada Alloh karena semua sesuatu yang terjadi ialah atas kehendak-Nya. Untuk waktu paling ideal agar bisa mengasah akal batin adalah pada saat malam hari sebelum tidur agar terasa lebih berkesan.

3.  Lingkungan yang mendukung sang anak.

Rumah merupakan lingkungan yang pertama di setiap orang. Dari sinilah seseorang bisa tumbuh dan berkembang. Apabila rumah menjadi suatu taman pendidikan yang cukup baik bagi pemiliknya, maka rumah ini bisa menghasilkan pohon yang sangat baik serta buahnya yang menggiurkan. Rumah senantiasa digunakan penghuninya untuk melaksanakan ibadah kepada Alloh, seperti sholat sunnah, membaca Qur’an, adanya keakraban, saling tegur sapa antara penghuninya, dimana yang besar menyayangi kepada yang lebih kecil, juga sebaliknya, maka insya Alloh rumah seperti ini akan mendapatkan suatu pancaran cahaya dari Alloh.

Seberapa Perlukah Outbound bagi Sebuah Kantor ?

Seberapa Perlukah Outbound bagi Sebuah Kantor ?

Dalam sebuah kantor umumnya terdiri dari para karyawan/pegawai yang menduduki jabatan masing-masing dimana sebagian besarnya berbeda antar satu dengan lainnya. Kedudukan atau jabatan juga mempunyai tingkatannya masing-masing. Biasanya dalam sebuah kantor terbagi atas bidang/ seksi / bagian serta mengurus pekerjaannya masing-masing yang telah ditetapkan. Keadaan seperti inlah yang telah lazim menghadirkan semacam gap di dalamnya. Yang biasanya sering terjadi ialah antara anak buah dengan kepala. Kemudian gap yang mungkin terjadi ialah antara pegawai/ karyawan di bagian satu dengan lainnya dan bahkan antara pegawai didalam satu bagian pun kerap terjadi. Kemudian mungkinkah kejadian seperti ini mesti dibiarkan saja? Bukankah kerjasama antar tim didalam sebuah kantor penting ditingkatkan demi menunjang rasa semangat kebersamaan kerja yang cukup baik ditambah dengan nuansa kerja yang kondusif? Apakah tidak seharusnya anak buah dan kepala sama-sama berpikir serta merancang berbagai pemikiran baru demi membentuk kemajuan serta pencapaian hasil yang optimal dalam sebuah kantor?

Semakin tingginya tuntutan dalam bekerja dan semakin dibutuhkannya suatu ide atau gagasan yang lebih maju perlu dibutuhkan pengembanagan SDM yang berkualitas. Tidak hanya didapatkan melalui kemampuan secara individualnya saja tetapi bagaimana SDM ini dapat memanfaatkan kemampuannya didalam sebuah komunitas dimana gagasan atau ide bersama digabungkan menjadi suatu terobosan baru. Nah, oleh karena itulah kerjasama tim bisa menjadi penentu penting didalam membangun semangat pegawai atau karyawan untuk dapat berinovasi serta melahirkan berbagai ide positif untuk mencapai suatu target kerja optimal.

Banyak cara dilakukan dari komunitas, terutama kantor untuk bisa mencapai tujuan tersebut. Dimulai dari acara kegiatan formal maupun informal. Pendidikan serta pelatihan yang formal, diskusi dan rapat hingga yang telah banyak dilakukan perkantoran ialah kegiatan outbound dimana orang menyebutnya dengan istilah team building, company outing, motivation training dan adventure education. Outbound training ternyata tidak hanya bermakna kegiatan menggunakan sarana dialam terbuka, melainkan juga bermakna “Keluar dari kebiasaan” yang mana pesertanya diajak untuk bisa berpikir luar biasa serta mampu membuat macam-macam terobosan baru.

6 Games Team Building Yang Mesti Anda Coba Dalam Kegiatan Outbound

6 Games Team Building Yang Mesti Anda Coba Dalam Kegiatan Outbound

Acara kegiatan yang melibatkanpermainan team building harus dapat memberikan wawasan, edukasi dan menyenangkan. Kegiatan aktivitas ini dapat membantu sebuah tim untuk saling mengenal sesama anggotanya dengan lebih baik, yakni melalui cara bekerja, menyelesaikan masalah, berpikir dan bergembira.

Dimana hal ini cukuplah penting, karena permainan team building bisa menstimulasi aktivitas teamwork dengan baik.

Untuk bisa membantu tim building anda belajar mengenai perihal satu sama lainnya tanpa mendengar suara keluhan atau komplain, maka di bawah ini terdapat  6 games team building patut anda coba dalam kegiatan outbound berikutnya.

1. Permainan Kemungkinan

Waktu perkiraan: 8 – 10 menit

Jumlah Peserta : Beberapa grup kecil

Alat yang dibutuhkan : semacam benda apapun

Inilah cara bermainnya :

Ini merupakan games team building terbilang luar biasa. Disini anda dapat melakukannya hanya dengan waktu 8 menit saja. Caranya : berikan sebuah benda pada seseorang didalam setiap group. Permainan ini harus bergiliran. Seseorang harus maju dan menunjukkan apa kegunaan benda tersebut. Setiap anggota tim mesti menebak benda apa yang sedang didemonstrasikan. Tidak boleh berbicara untuk orang yang berdiri didepan dan pertunjukannnya haruslah orisinil dan lucu, bahkan mungkin sedikit terasa aneh.

Tujuan dari permainan ini :

Kegiatan dari team building ini bisa mendorong inovasi  dan kreativitas individu.

2. Perburuan Barang (Scavenger Hunt)

Waktu perkiraan : Lebih dari 1 jam

Jumlah anggota peserta : Terdiri dari dua grup kecil, bisa lebih

Alat yang dibutuhkan : kertas dan pulpen

Inilah cara bermainnya :

Bagi kelompok peserta menjadi dua grup. Kemudian buatlah daftar tugas agak aneh untuk dikerjakan sebagai tim. Misalnya selfie atau poto bareng dengan orang tak dikenal, memotret sebuah benda atau bangunan di sekitarnya dan lain sebagainya. Kemudian berikanlah daftarnya pada tiap kelompok beserta deadline. Kelompok yang mampu menyelesaikan tugas tercepat itulah pemenangnya! (Disini anda dapat juga menciptakan satu sistem poin untuk jenis tingkat kesulitan tugas!)

Tujuan dari permainan ini :

Aktifitas kegiatan ini dapat membantu untuk menjalin hubungan serta merobohkan tembok pemisah, yakni  dengan mendorong para karyawannya agar bisa bekerja sama antar karyawan/pegawai dari departemen lain.

3. Kubus Sempurna (The Perfect Square)

Perkiraan waktu : 20 – 25 menit

Jumlah Peserta : 10 – 20 orang

Alat yang dibutuhkan : Seutas tali panjang yang sudah diikat bersama dan

juga penutup mata

Inilah cara bermainnya :

Peserta berdiri didalam lingkaran dengan memegang tali. Kemudian perintahkan semua orang menggunakan penutup mata dan menaruh tali di lantai. Setelah itu masing-masing peserta mundur sedikit di lingkaran. Setelah itu, suruh semua peserta untuk maju serta berusaha untuk membentuk sebuah kubus sederhana tanpa membuka kain penutup mata. Berilah waktu yang cukup supaya lebih terlihat menarik. Supaya lebih sulit, buatlah beberapa anggota tim dengan menyuruhnya untuk tidak bersuara.

Tujuan dari permainan ini :

Menitik-beratkan pada skill kepemimpinan dan komunikasi yang kuat. Dengan menyuruh sebagian anggotanya untuk diam, game ini juga membutuhkan ikatan kepercayaan tim dimana mereka bisa saling menuntun menuju arah yang benar.

4. Ikatan Manusia (Human Knot)

Waktu : 20 – 25 menit

Jumlah Peserta/anggota  : 8 – 20 orang

Alat yang dibutuhkan : Tak ada

Inilah cara bermainnya :

Semua orang harus berdiri didalam lingkaran serta menghadap dengan yang lain, antara bahu dengan bahu. Kemudian dengan menggunakan tangan kanan, suruh tiap-tiap orang untuk mengambil tangan seseorang dihadapannya secara acak. Setelah itu, suruh pula mereka mengambil tangan orang lainnya dengan menggunakan tangan kiri. Maka dalam waktu yang sudah ditetapkan, grup ini mesti melepaskan ikatan tanpa melepas tangan mereka. Apabila grupnya terlalu besar,maka bisa dibuat lingkaran yang agak kecil agar grup kecil ini dapat bertanding bersama.

Tujuan dari permainan ini :

Game team building ini bergantung pada komunikasi yang baik dan kerja sama tim.

5. Ladang Ranjau (The Mine Field)

Waktu : 15 – 25 menit

Jumlah Peserta : 6– 12 orang (jumlah genap)

Alat yang dibutuhkan : benda apa saja yang dapat dipegang, dan penutup mata

Inilah cara bermain :

Carilah tempat kosong yang agak luas. Kemudian taruh benda-benda semacam bola, cone, botol, dan lainnya secara random di lantai. Setelah itu setiap peserta berpasangan dan satunya menggunakan penutup mata. Kemudian orang satunya mesti  menuntun temannya mulai dari ujung satu hingga ke ujung lainnya dengan tidak menginjak benda-benda tersebut, cuma dengan mengucap kata-kata. Kemudian yang ditutup matanya tak boleh bicara sama sekali. Agar bisa membuatnya lebih sulit, buatlah suatu rute khusus untuk peserta anggota tim yang menggunakan penutup mata.

Tujuan dari permainan ini :

Permainan ini hanya berfokus pada komunikasi, kepercayaan dan juga pendengaran yang efektif.

6. Telur Jatuh (The Egg Drop)

Waktu : 30 menit – 1 jam

Jumlah Peserta/anggota : Dua atau lebih dari grup kecil

Alat yang dibutuhkan : alat-alat kantor dan berbagai macam benda

Inilah cara bermainnya :

Bagilah semua peserta menjadi grup bertiga ataupun berlima serta berikan tiap-tiap grup satu butir telur mentah. Kemudian taruhlah semua alat didalam satu tumpukan. Mereka mempunyai  waktu sekitar 30 menit untuk bisa membuat sebuah alat agar melindungi telur sewaktu dijatuhkan. Dapat menggunakan pencil, plester, peralatan plastik, kardus, koran, karet gelang dan sedotan. Setelah waktunya habis, maka jatuhkan “mesin” telur tadi dari tempat yang agak tinggi, kemudian lihat apakah mereka bisa mendarat dengan utuh.

Tujuan dari permainan ini :

Game team building bernuansa klasik ini sangatlah menghibur dan juga kotor. Ini memerlukan kerja sama serta penyelesaian masalah untuk bisa merekatkan antar anggota secara baik. Lebih banyak pesertanya maka akan lebih baik, dan ingat pula untuk bisa membawa beberapa telor ekstra.

Outbound Edukasi, Memperkaya Wawasan dan Pengalaman Para Siswa

Outbound Edukasi, Memperkaya Wawasan dan Pengalaman Para Siswa

Outbound edukasi merupakan kegiatan belajar di alam terbuka dimana sangat bermanfaat untuk bisa memperkaya wawasan serta  pengalaman para siswa dan siswi. Outbound edukasi dapat membantu membentuk satu pola berpikir yang kreatif dan juga meningkatkan kecerdasan emosional serta spiritual dalam berinteraksi.

Disamping itu pengalaman didalam kegiatan outbound edukasi dapat memberi masukan yang positif didalam perkembangan otak anak. Bisa mengajarkan anak untuk beradaptasi atau berbaur serta berinteraksi melalui teman sebayanya atau teman yang usianya berbeda darinya. Bukan cuma itu, outbound edukasi bisa juga mengembangkan aspek motorik atau pergerakan otot-otot serta kognisi atau cara berpikir.

Dikarenakan aktvitas outbound ini dilaksanakan di alam terbuka, tentunya memerlukan lebih banyak pergerakan fisik, misalnya berlari, menarik, memanjat atau mendorong. Outbound bisa juga melatih keseimbangan pada tubuh anak. Disamping itu, outbound bisa memberi kesempatan untuk anak-anak agar bisa bersentuhan dengan alam.

Untuk orangtua pun, bisa mengamati bagaimana perkembangan perilaku anak mereka di saat bermain-main dengan teman yang dikenalnya. Oleh karena itu, orangtua tak cuma bisa mengetahui kecerdasan intelektual pada anak, akan tetapi dilihat kecerdasan emosionalnya juga.

Untuk info lebih lanjut mengenai kegiatan program outbound edukasi bisa anda hubungi kami di 0821-1271-5252 (whatsapp)

Memahami Makna Acara Perpisahan Sekolah

Memahami Makna Acara Perpisahan Sekolah

Sesudah ujian nasional usai, saatnya sekolah mengadakan kegiatan acara perpisahan sekolah. Tentunya tujuan acara ini diselenggarakan untuk melepas para siswa kelas akhir. Walaupun para siswa kelas akhir yang sudah melewati Ujian Nasional masih deg-degan untuk menunggu hasilnya. Sementara untuk kelas sebelas, umumnya mereka berlatih untuk dapat menampilkan hiburan yang terbaik untuk kakak kelasnya. Para Guru, pihak Komite Sekolah, pengurus OSIS, pun sama-sama bekerja sama dalam menyelenggarakan acara perpisahan yang sederhana tetapi bermakna bagi siswa SD kelas dua belas.

Acara perpisahan sekolah merupakan acara yang spesial dimana semuanya berkumpul dalam merayakan suatu kemenangan sekaligus untuk berpisah. Seperti acara perpisahan SD Negeri Cipayung yang diselenggarakan di Pasadena Vilage Puncak, Megamendung, dimana perpisahan ini bertujuan supaya kita dapat meraih pendidikan lebih baik serta lebih tinggi lagi. Dimana semuanya untuk masa depan lebih baik. Tentunya perasaan yang dirasakan pasti bercampur aduk. Terkadang ada yang senang, sedih dan sebagainya. Akan tetapi ini semuanya sudah pasti membawa arti tersendiri untuk kita semua.

Adanya moment bersalaman dengan para guru, orang tua dan wali murid serta seluruh siswa merupakan moment  yang sangat ditunggu-tunggu. Inilah moment yang membuat kita semua merasakan bahwa kita semua saling menyayangi. Tak ketinggalan pula untuk sesi pemotretan pun juga dilakukan untuk bisa mengabadikan saat-saat  terindah.

Perpisahan merupakan menjauhnya satu ikatan batin dari seseorang kepada lainnya maupun dengan objek dimana mempengaruhi batin seseorang atau berpisahnya seseorang tanpa pernah dapat berkomunikasi lagi selamanya.

Tentunya perpisahan ini bukanlah tujuan akhir dari segalanya, akan tetapi merupakan sebuah proses untuk bisa mencapai masa depan lebih baik.