Tanggung-jawab dan peran seorang fasilitator

Tanggung-jawab dan peran seorang fasilitator

Sebagai seorang fasilitator, anda haruslah memastikan bahwa setiap peserta janganlah sampai terlalu terlibat didalam kegiatan outbound sehingga melupakan inti dari pembelajaran. Sebagai tambahannya, anda juga harus menyadari bahwa bila peserta mempunyai tingkat antusiasme yang cukup tinggi terhadap latihan, maka mereka akan mudah bosan dengan pelatihan atau training yang biasa. Ini bukanlah berarti bahwa kita tak menginginkan pada tingkat antusiame tinggi, akan tetapi kita harus perlu memastikan bahwa setiap peserta tetap tertarik melalui instruksi lainnya yang sama halnya dengan aktifitas atau kegiatan.

Untuk proses pembelajaran bisa ditingkatkan, yakni dengan menggunakan suatu permainan, simulasi, asah otak, bermain peran dan kegiatan lainnya yang sejenis. Seseorang akan belajar untuk lebih baik bila mereka merasakan enjoy pada diri mereka sendiri. Naah, oleh karena itulah kita perlu juga memikirkan secara serius bagaimana kita bisa menciptakan atmosfir pembelajaran yang sesuai.

Untuk itu, anda disarankan selalu memilih bentuk atau metode pelatihan outbound sesudah anda menentukan proses tujuan pelatihan. Dengan metode ini sebaiknya bisa merespon akan kebutuhan peserta, bukan untuk kebutuhan fasilitator.

Tanggung jawab anda sebagai seorang fasilitator ialah untuk menguji coba seluruh latihan dimana belum pernah anda pergunakan sebelumnya. Seorang fasilitator mesti menyadari bahwa apa-apa yang sudah berhasil untuk sebagian peserta tidaklah selalu demikian bagi peserta lain. Semua kegiatan latihan training ini mungkin akan mempunyai hasil yang tidak sama setiap anda menggunakannya.

Fasilitator dan Trainer mesti membahas semua kegiatan latihan yang sudah diselenggarakan semenjak sesi pelatihan. Tujuan dari pembahasan agak rumit. Dengan tanpa merincikan lebih lanjut, maka ada dua alasan yang utama menyelenggarakan pada sesi pembahasan.
Disini anda mempunyai kewajiban dalam menempatkan para pesertanya untuk kembali bersama sesudah latihan usai. Hal ini berarti apabila peserta mempunyai kesan negatif mengenai latihan, maka sebaiknya mereka dipersilahkan untuk mengeluarkan hal tersebut selagi masih berada dalam ruang pelatihan, juga masih fresh di ingatan mereka.
Disamping itu, pembahasan juga bisa memberikan kesempatan pada peserta dan trainer untuk membicarakan mengenai hasil pelatihan outbound. Apakah pelatihan tersebut sesuai yang diharapkan oleh semua orang? Atau maukah anda untuk melakukannya pada situasi yang sesungguhnya? Kemudian apa saja yang sudah anda lakukan disaat hal ini terjadi? Disamping itu, pembahasan juga akan memberikan kesempatan langsung kepada trainer untuk bisa mengoreksi kesalahannya selama latihan berlangsung.

Poin yang paling penting ialah bahwa seorang trainer mesti benar-benar jujur serta terbuka kepada para peserta. Dimana hal ini termasuk pula tidak menggunakan jadwal secara tersembunyi, tidak membela seseorang, tidak mengelabui peserta, dan juga tidak memanfaatkan usaha dari peserta hanya untuk keuntungan anda pribadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *