Teknik Budidaya Belut (Bagian Pertama)

Teknik Budidaya Belut (Bagian Pertama)

Belut adalah salah satu dari jenis ikan air tawar yang dikonsumsi masyarakat. Berbentuk bulat memanjang, memiliki sirip punggung yang licin. Biasanya belut memakan anak ikan. Hidup di persawahan, lumpur atau kali kecil. Belut mulai digemari dan dibudidayakan masyarakat dan menjadi komoditas ekspor.

Inilah manfaat budidaya belut :

  1. Sebagai pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.
  2. Sebagai sumber protein hewani.
  3. Sebagai penambah darah.

Perlu untuk diketahui bahwa tempat kolam budidaya belut haruslah dibedakan antara lain: induk kolam/kolam pemijahan, tempat kolam pendederan (jika benihnya berukuran 1-2 cm), tempat kolam belut remaja (jika belut berukuran 3-5 cm) serta kolam tempat pemeliharaan belut konsumsi, yakni untuk pemeliharaan belut berukuran 6-8 cm hingga menjadi ukuran 14-20 cm. Untuk pemeliharan belut harus berukuran 14-20 cm hingga menjadi ukuran 35-45 cm.

Untuk pembuatan tempat kolam belut yang berbahan dinding tembok/disemen tidak perlu diplester. Untuk peralatan lainnya berupa tempat media dasar kolam, adanya sumber air, alat penangkapan belut yang diperlukan, tempat ember plastik serta peralatan lainnya. Untuk media dasar kolam harus terdiri dari pupuk organik, yakni pupuk kandang, jerami padi dan sekam padi.

Cara pembuatannya untuk kolam yang masih dalam keadaan kosong, maka untuk lapisan pertama diberikan sekam padi yang tebalnya 10 cm, kemudian lapisan diatasnya harus ditimbun pupuk kandang, yakni setebal 10 cm, kemudian diatasnya lagi harus ditimbun pula dengan jerami kering. Sesudah tumpukan bahan organik telah selesai dibuat, isikan air yang dialirkan menuju kolam secara perlahan hingga setinggi 50 cm. Dengan demikian tempat media dasar kolam telah selesai, tunggu media kolam tersebut hingga menjadi lumpur sawah. Sesudah itu belut-belut siap untuk diluncurkan ke dalam media kolam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *