Teknik Dan Cara Pemijahan Ikan Mas

Teknik Dan Cara Pemijahan Ikan Mas

Umumnya di habitat aslinya, jenis ikan mas memijah pada awal musim hujan. Untuk proses pemijahan ini dirangsang oleh semacam bau tanah kering tersiram air. Bila pada budidaya pembenihan, maka ikan mas bisa dipijah sepanjang tahun serta tidak mengenal musim.

Banyak hal yang mesti diperhatikan sebelum dilakukan pemijahan ikan mas. Hal tersebut meliputi penyiapan kolam untuk pemijahan, indukan matang gonad, proses pemijahan ikan mas dan penetasan telur. Kali ini Pasadena akan memberikan penjelasan lebih lanjut.

Ciri dari indukan matang gonad

Sebelum melakukan pemijahan, indukan kedua pasangan yakni jantan dan betina dipelihara di kolam yang terpisah. Untuk pemeliharan dilakukan hingga indukan ikan mencapai masa matang gonad. Yang dimaksud dengan indukan matang gonad adalah ikan yang sudah masuk masa subur serta siap dibuahi.

1). Ciri daripada indukan betina yang matang gonad

  • Bagian bawah perut lunak, bulat dan membuncit
  • Bagian pada anus terlihat menonjol
  • Alat genital kemerahan mengembang

2). Ciri daripada indukan jantan yang matang gonad

  • Jika perut bagian bawah ikan ditekan, maka akan mengeluarkan sperma
  • Pemberokan indukan ikan
  • Tubuhnya gesit dan ramping

Pemberokan adalah pemeliharaan kedua pasangan didalam kolam terpisah tanpa harus diberi makanan selama 2 hari.

Tujuan pemberokan ialah untuk menghilangkan kadar lemak pada kantong telur. Disamping itu untuk menahan keinginan memijah indukan. Jadi dengan demikian pada saat dilakukan pemijahan, kedua indukan tersebut saling tertarik serta melakukan pembuahan.

Penyiapan kolam pemijah

Yang harus dipersiapkan sebelum dilakukan pemijahan adalah pengolahan tanah, pengapuran, penjemuran kolam, pengairan dan pemupukan. Setiap indukan betina biasanya membutuhkan luas kolam 7 m2/kg melalui kedalaman air kolam 70-80 cm. Disamping itu anda harus mempersiapkan kaban dimana fungsinya ialah untuk memberikan tempat meletakkan telur yang sudah dibuahi. Kaban tersebut terbuat dari ijuk dijepit dengan bilah bambu serta diberi pemberat supaya tenggelam. Kebutuhan kaban harus disesuaikan jumlah indukan. Sesudah itu pasanglah kaban dengan cara mengikatnya pada patokan menancap menuju dasar kolam, dengan begitu kaban akan melayang.

Proses pemijahan ikan mas

Untuk proses pemijahan ikan mas bisa dilakukan melalui dua metode :

1). Melalui proses alami

Yakni mengawinkan indukan ikan mas dengan meletakkan sang jantan dan betina didalam satu kolam.

2). Melalui proses buatan

Yakni indukan betina dibuahi melalui cara penyuntikan hormon. Untuk pembuahan ini dilakukan in vitro.

Untuk proses pemijahan alami dapat dilakukan melalui cara :

– Kabakan ijuk yang dipasang melayang didalam air

– Masukkan indukan ikan mas betina serta jantan secara bersamaan, yakni dengan perbandingan 1:1/2:1/3:1

– Biasanya pelepasan induk berlangsung di sore hari ditandai ikan mas saling bekejaran serta bau amis pada kolam

– Amatilah kabakan sesudah 24 jam sewaktu indukan ikan dilepaskan pada kolam pemijahan. Untuk kabakan yang telah berisi telur harus digoyang-goyangkan supaya bersih dari lumpur. Angkatlah dan pindahkan menuju hapa atau kolam penetasan. Kolam ini mesti siap satu hari sebelum proses pemijahan.

Penetasan telur

Untuk penetasan telur dari hasil pemijahan dapat dilakukan di kolam terpal, bak semen, akuarium atau kolam. Hapa ialah jaring halus yang mempunyai ukuran lubang yang lebih kecil jika dibandingkan ukuran telur. Sesudah proses pemijahan telah selesai, maka segera pindahkan kabakan tadi ketempat pemijahan. Tempat ini harus terlindung dari air hujan serta terik panas matahari berlebih. Berikanlah methylen blue di kolam untuk pencegahan dari tumbuhnya jamur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *